bahaya perokok pasif
Sumber : http://m.life.viva.co.id/news/read/69076-bahaya-perokok-pasif-3-kali-perokok-aktif
Bahaya Perokok Pasif 3 Kali Perokok Aktif
Pipiet Tri Noorastuti
Selasa, 23 Juni 2009, 13:18 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Selasa, 23 Juni 2009, 13:18 WIB
VIVAnews - Menghirup asap rokok orang lain lebih berbahaya
dibandingkan menghisap rokok sendiri. Bahkan bahaya yang harus
ditanggung perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Setyo Budiantoro dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat
Indonesia (IAKMI) mengatakan, sebanyak 25 persen zat berbahaya yang
terkandung dalam rokok masuk ke tubuh perokok, sedangkan 75 persennya
beredar di udara bebas yang berisiko masuk ke tubuh orang di
sekelilingnya.
Konsentrasi zat berbahaya di dalam tubuh perokok pasif
lebih besar karena racun yang terhisap melalui asap rokok perokok aktif
tidak terfilter. Sedangkan racun rokok dalam tubuh perokok aktif
terfilter melalui ujung rokok yang dihisap. "Namun konsentrasi racun
perokok aktif bisa meningkat jika perokok aktif kembali menghirup asap
rokok yang ia hembuskan."
Racun rokok terbesar dihasilkan oleh asap yang mengepul
dari ujung rokok yang sedang tak dihisap. Sebab asap yang dihasilkan
berasal dari pembakaran tembakau yang tidak sempurna.
Berikut sejumlah zat berbahaya yang terkandung di sebuah batang rokok:
Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Tar
- Dalam tubuh manusia, tar memicu terjadinya iritasi paru-paru dan kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, tar akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Nikotin
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Dalam tubuh manusia menimbulkan efek adiksi atau candu yang memicu peningkatan konsumsi.
- Dalam tubuh perokok pasif, nikotin akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Karbon Monoksida
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Merupakan gas berbahaya yang dapat menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Pengikatan oksigen oleh karbon monoksida inilah yang kemudian memicu terjadinya penyakit jantung.
- Dalam tubuh perokok pasif, gas berbahaya ini akan terkonsentrasi tiga kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Bahan kimia berbahaya
- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
- Berupa gas dan zat berbahaya yang jumlahnya mencapai ribuan. Di tubuh manusia, bahan kimia berbahaya ini meningkatkan risiko penyakit kanker.
- Dalam tubuh perokok pasif, bahan kimia berbahaya ini akan terkonsentrasi 50 kali lipat dibandingkan dalam tubuh perokok aktif.
Mengutip hasil kajian WHO, Budi mengatakan, lingkungan
bebas asap rokok merupakan satu-satunya strategi efektif untuk
memberikan perlindungan bagi perokok pasif.
Penyediaan smoking area juga tak sepenuhnya melindungi para
perokok pasif dari bahaya rokok. "Penyediaan smoking area di dalam
gedung sama halnya dengan kencing di sudut kolam renang, akan menyatu
juga," ujarnya. "Asap tetap akan menembus ventilasi."
Data Global Youth Survey tahun 1999-2006, sebanyak 81
persen anak usia 13-15 tahun di Indonesia terpapar asap rokok di tempat
umum atau menjadi perokok pasif. "Padahal rata-rata persentase dunia
hanya 56 persen," ujarnya.
Survei tersebut juga menunjukkan, lebih dari 150 juta
penduduk Indonesia menjadi perokok pasif di rumah, di perkantoran, di
tempat umum, di kendaraan umum.
Sedangkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004
menunjukkan, lebih dari 87 persen perokok aktif merokok di dalam rumah
ketika sedang bersama anggota keluarganya. Survei ini juga menemukan 71
persen rumah tangga memiliki pengeluaran untuk merokok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar